BELAJAR DARI KELEDAI

on Minggu, 25 September 2011

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu  menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.
Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu
Ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si  keledai.
Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk dating membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur. Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam.
Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walau punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai  melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badanya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.
Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga mengguncangkan badannya dan melangkah naik.
Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri!
--------------------------------------------------------------
Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari "sumur" (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan mengguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari "sumur" dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.
Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari "sumur" yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah!
Guncankanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik!

Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :
1.    Bebaskan dirimu dari kebencian serta iri dan dengki
2.    Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
3.    Hiduplah sederhana
4.    Berilah lebih banyak
5.    Berharaplah lebih sedikit
6.    Tersenyumlah, dunia akan terasa lebih damai
7.    Banyaklah bersyukur dg apa yang kita peroleh
8.    Berusaha lebih dekat dengan Tuhan
9.    Memberi maaf baik kepada teman, musuh, maupun kepada DIRIMU SENDIRI

Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk kupikirkan, maka aku meneruskannya dengan maksud yang sama. GUNCANGKANLAH!
Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini!"