AKAL ATAU QOLBU

on Sabtu, 17 September 2011

Mana sebenarnya yang paling pokok dalam tubuh kita ini akal atau qolbu ?
Sering kita dihadapi oleh polemik yang begitu sulit tuk di jawab, sebenarnya mana yang terlebih dahulu harus di perbaiki akal atau qalbu ?
Memang sangat sulit bagi kita tuk menjawabnya, karena keduanya memegang peranan yang sangat penting bagi perkembangan ruhaniah seseorang. Namun alangkah bijaknya apabila kita bias mengimbangi keduanya. Kita tidak akan mampu menyelesaikan atau menjawab permasalahan ini, jika kita tidak tahu arti atau makna dari keduanya.
Yang harus di ingat yaitu konsep Dzikir dan Fikir. Apa yang menyebabkan Nabi Muhammad SAW sukses dalam mengembangkan nilai-nilai ke Islaman di zaman ke jahiliyahan, jawabannya karena Nabi Muhammad SAW dapat menerapkan konsep dzikir dan fikir ini secara lugas dan tepat. Sebagai contoh ada seorang yang memiliki perilaku yang baik namun dia bodoh, ini mencerminkan dia hanya menyehatkan qolbunya saja tapi akalnya tidak disehatkan, maka dia akan menemui kesulitan dalam merangkum atau mengambil makna dari setiap kejadian-kejadia yang terjadi di muka bumi ini, berarti dia belum tepat di golongkan khalifah di muka bumi.
Karena orang yang qolbunya sehat tapi akalnya sakit, dia kurang memiliki kreativitas dan inofatif dalam mengejawantahkan firman-firman Allah yang tersurat di muka bumi. Ada juga orang yang memiliki akal yang sehat, dia cerdas dan terampil namun qalbunya sakit, tetap orang seperti ini tidak dapat dijadikan khalifah, karena dia akan jadi perusak dan penghancur firman-firman Allah di muka bumi.
Jadi untuk mencari seorang khalifah sejati, yang dibutuhkan adalah seseorang yang memiliki kesehatan antara qalbu dan akalnya. Mari kita cari tahu penyakit-penyakit qalbu dan akal agar kita terbebas dari penyakit-penyakit tersebut.
Penyakit Qalbu  :
·         Syirik
·         Sombong atau Takabur
·         Tidak memiliki rasa syukur
·         Riya
·         Ujub
·         Serakah atau Tamak
·         Mengumbar nafsu baik nafsu syahwat atau nafsu amarah

Penyakit Akal :

·         Malas belajar
·         Bodoh
·         Hanya bisa mengekor tanpa tahu maknanya
·         Menggantungkan harapan tanpa ada usaha
·         Lebih mengharapakan angan-angan daripada kenyataan
·         Tidak pernah mengaharapkan perubahan
·         Bersifat masa bodo dengan setiap kejadian

Marilah kita utuk mencoba menyehatkan qalbu dan akal kita masing-masing, karena dakwah yang sukses yaitu dakwah yang dimulai dari kita sendiri, lalu ke keluarga kita dan seterusnya. Jadi kalau kita cermati secara seksama, yang menjadi kebokbrokan negeri kita saat ini adalah kita hanya menyehatkan salah satu dari keduanya tadi, yaitu qalbu dan akal.
Kenapa banyak KKN di negeri kita ?
Jawabanya karena banyak yang sehat akalnya tapi sakit qalbunya.
Mengapa banyak pengangguran di negeri kita ini ?
Jawabnya karena kita lupa menyehatkan akal kita, sehingga kita hanya berpasrah ria tanpa mampu membuat solusi terbaik tuk keluar dari permasalahan ini.