ANUGRAH TERINDAH MILIK KITA

on Senin, 19 September 2011

Ringkih dan reta karena di telan usia, namun tampak tegar dan  bahagia. Ikhlas, memancarkan selaksa cinta penuh makna yang membias dari guratan keriput di wajah.
Tiada yang berubah sejak saat dalam buaian, hingga sekarang mahkota putih tampak anggun menghiasinya.
Dekapanya pun tak berubah, luruh memberikan kenyamanan dan kehangatan.
Jemari itu memang sudah tak lentik, namun selalu fasih menyulam kata pinta, membaluri sekujur tubuh dengan doa'-do'a.
Kaki tampak payah, tak mampu menompang tubuhnya.
Telapak tempat surga itu pun penuh bekas darah bernanah, simbol perjuangan menepak sulitnya kehidupan.

Ibunda.
Adakah saat ini kita terenyuh mengenangkanya ?
Ia adalah anugrah yang terindah yang dimiliki setiap manusia,
Sejak dari rahim, betapa cinta itu tak putus-putusnya mengalirkan kasih yang tak bertepi.

Hingga kerelaan, keikhlasan dan kesabaran selama 9 bulan,
Bagai menuai pahala seorang prajurit yang sedang berpuasa,
namun tetap perang di jalan kehidupanya.